kitUP Originals
J.K. Rowling ditolak dua belas penerbit sebelum Bloomsbury menerima Harry Potter, dan keputusan itu bukan datang dari para ahli melainkan dari Alice, putri direktur berusia delapan tahun yang meminta kelanjutan cerita. Kisah ini membongkar mitos bahwa penolakan mengukur nilai karya. Saat Rowling kehilangan segalanya di Edinburgh, justru keterbatasan itulah yang memadatkan energi kreatifnya: menulis di kafe sambil menidurkan bayi, mengetik naskah dua kali dengan mesin tik karena tak mampu beli komputer.
Yang akan kamu pelajari:
- Mengapa menyentuh dasar bisa menjadi fondasi terkuat
- Bagaimana satu "ya" dari orang yang tepat mengalahkan dua belas "tidak"
- Perbedaan antara kegigihan kosong dan kegigihan yang disertai kerja nyata
Bergabunglah dengan komunitas belajar lebih dari 37 juta orang. Isi rutinitas harianmu dengan ide-ide terbaik dunia.
Mulai Sekarang